Peri CintaQ

Peri CintaQ

Cari Blog Ini

Minggu, 10 Juli 2011

alat ukur listrik

NAMA : YESINTA MIKANA MIUN

NIM : F03109026

PRODI : PENDIDIKAN FISIKA

MATKUL : ALAT UKUR LISTRIK

DOSEN : STEVANUS. S / INTAN

Jenis-Jenis Alat Ukur Listrik

1. Voltmeter

ü Fungsi

Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial listrik.

ü Spesifikasi

Voltmeter biasanya disusun secara paralel (sejajar) dengan sumber tegangan atau peralataan listrik. Cara memasang voltmeter adalah dengan menghubungkan ujung sumber tegangan yang memiliki potensial lebih tinggi (kutub positif) harus dihubungkan ke terminal positif voltmeter,dan ujung sumber tegangan yang memiliki potensial lebih rendah (kutub negatif) harus dihubungkan ke terminal negatif voltmeter. Biasanya voltmeter digunakan untuk mengukur sumber tegangan seperti baterai, elemen Volta, atau aki. Bagian-bagian voltmeter hanya terdiri dari skala penunjuk besarnya tegangan, setup pengatur fungsi, dan kutub positif serta negatif. Selain voltmeter sederhana, juga tedapat voltmeter elektronik yaitu voltmeter elektronik analog dan voltmeter digital.

2. Amperemeter

ü Fungsi

Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik dalam rangkaian tertutup.

ü Spesifikasi

Amperemeter biasanya dipasang secara seri (berderet) dengan elemen listrik. Dalam praktikum sumber listrik arus searah , amperemeter biasanya digunakan untuk mengukur besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar.

3. Ohmmeter

ü Fungsi

Ohmmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur nilai suatu tahanan / hambatan.

ü Spesifikasi

Biasanya ohmmeter ini disatukan dengan voltmeter atau amperemeter menjadi multimeter. Ohmmeter yang biasa dipakai adalah ohmmeter-seri. Ohmmeter tipe seri, terdiri dari sebuah gerakan d’Arsonval yang dihubungkan seri dengan sebuah tahanan dan beterai ke sepasang terminal dan dihubungkan dengan tahanan yang tidak diketahui. Arus yang melalui alat ukur sebanding dengan tahanan yang tidak diketahui, dengan persyaratan kalibrasi diperhitungkan.

4. Multimeter

ü Fungsi

Multimeter sering digunakan dalam pengukuran besaran-besaran listrik . Selain itu alat ini juga atau biasa disebut AVO (ampere, volt, dan ohm) meter yang artinya suatu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kuat arus listrik (AC dan DC) (I) dengan satuan ampere, mengukur tegangan listrik (AC dan DC) (V) dengan satuan volt, dan untuk mengukur besarnya tahanan listrik (R) dengan satuan ohm. Kegunaan multimeter ini selain untuk mengukur besaran-besaran listrik juga sangat berguna untuk mencari dan menemukan gangguan yang terjadi pada semua jenis pesawat atau alat-alat elektronika.

5. Frekuensimeter

ü Fungsi

Frekuensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui banyaknya getaran listrik dengan kesatuan Herzt dari sumber pembangkit tenaga listrik.

ü Spesifikasi

Mengapa getaran ini perlu diketahui, hal ini menyangkut permasalahan dari alat yang dipergunakan, dalam hal ini adalah alat–alat listrik karena alat–alat tersebut sudah mempunyai spesifikasi tertentu untuk getaranya. Biasanya yang dipakai rata–rata berkisar 48 Hz sampai dengan 60 Hz. Kecuali getaran–getaran dari komponen elektronika.

Frekuensimeter bekerja atas dasar azas getaran listrik atau getaran secara mekanis. Frekuensi dengan azas resonansi (getaran) listrik jarang ditemukan, mengingat pembuatannya sangat mahal dan rumit dan disebabkan ruang lingkup penunjukkan jarum penunjuk sangat–sangat sempit hanya berkisar 48 dengan Hz sampai 52 Hz, tetapi yang banyak dipakai adalah frekuensimeter dengan azas mekanik karena mudah merakitnya. Penyambungan frekuensimeter sama halnya dengan penyambungan alat ukur Voltmeter. Jadi disambung secara pararel terhadap jaringan listrik. Dan alat ini banyak ditemukan pada panel–panel PHB.

Pemasangan secara tidak langsung Cosphimeter phasa tiga

1. Frekuensi meter Lidah Bergetar

Sejumlah kepingan plat baja yang tipis membentuk lidah-lidah bergetar, masing–masing memiliki perbedaan frekuensinya, relatif tidak berjauhan satu sama lain dalam barisnya, dan mendapatkan arus medan magnet dari arus bolak–balik, salah satu lidah akan timbul getaran dan beresonansi, memberikan defleksi yang besar sesuai frekuensi yang ditimbulkan oleh arus bolak–balik.

6. Meger

ü Fungsi

Meger adalah alat untuk mengukur besarnya nilai tahanan isolasi.

ü Spesifikasi

Jenis megger adalah: megger dengan engkol sebagai pembangkit tegangan, Sumber tenaga pada megger jenis ini berasal dari generator pembangkit tenaga listrik yang ada dalam alat ukur ini dan untuk membangkitkannya poros megger harus diputar; dengan alat penunjukan jarum dan megger dengan sumber tenaga dari baterai dan alat penunjukkanya berupa jarum juga. Salah satu contoh penggunaan dari alat ukur ini adalah untuk mengukur kemungkinan gangguan lain adalah terjadinya hubung singkat pada belitan antar phasa, antara phasa dengan bodi dan antar belitan pada phasa yang sama.

7. Pengukuran Daya Listrik

Dalam teori teknik tenaga listrik terurai untuk menentukan besarnya daya listrik yang dipakai dalam satuan Volt Amper (VA) dan yang lebih tinggi kVA (kilo Volt Amper). Dapat pula dikatakan Watt dan kW (kilo Watt) jika

faktor daya atau cos f diperhitungkan.

Dalam uraian secara perhitungan, besarnya daya (P) adalah:

P = E . I. Cos f watt, untuk daya arus bolak–balik satu phasa P= E . I. Cos f . 3 Watt untuk daya arus bolak–balik tiga phasa. Dalam praktiknya kita tinggal melihat hasil yang telah didata pada alat ukur. Di sini akan kelihatan berapa besar daya yang dipakai pada alat pemakai.

Pengukuran Faktor Daya

Dalam pengertian sehari–hari disebut pengukur Cosinus phi (f ). Tujuan pengukuran Cos f atau pengukur nilai cosinus sudut phasa adalah, memberikan penunjukan secara langsung dari selisih phasa yang timbul antara arus dan tegangan. Kita menghendaki bukan penunjukan sudut phasa melainkan penunjukan cosinus phi.

geosentri vs heliosentris

TUGAS SEJARAH FISIKA YESINTA

GEOSENTRIS (menganggap bahwa pusat tata surya adalah bumi)

Paham geosentris ini dikemukakan ilmuwan Yunani Kuno yaitu Aristoteles yang percaya bahwa Matahari, Bulan dan planet-planet mengitari Bumi pada permukaan serangkaian bola angkasa yang rumit. Ia mengetahui bahwa Bumi dan Bulan berbentuk bola dan bahwa bulan bersinar dengan memantulkan cahaya Matahari, tetapi ia tak percaya bahwa Bumi bergerak dalam Antariksa ataupun bergerak dalam porosnya.

Kemudian, Claudius Ptolemeus tahun 140 SM dalam karyanya Almagest, yang menganggap bahwa bumi sebagai pusat alam semesta berada dalam keadaan diam dan planet-planet bergerak mengitarinya termasuk matahari yang mengelilingi bumi berdasarkan pengamatan bahwa matahari selalu terbit dari timur dan tenggelam di barat (seolah – olah mengelilingi bumi) yang disetujui banyak ilmuwan kuno lainnya dan Gereja. Mereka menganggap bahwa Bumi dan manusia sebagai pusat alam semesta karena Tuhan menempatkan manusia di Bumi dan sepantasnya Bumi sebagai pusat alam semesta. Mereka yang menganut paham geosentris percaya bahwa Bumi diam dan dikelilingi oleh Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter dan Saturnus.

HELIOSENTRIS (menganggap bahwa pusat tata surya adalah matahari)

Awal abad VII M sekitar tahun 1540, muncullah sebuah penafsiran yang langsung membantah teori geosentris Ptolemeus. Penafsiran itu berbunyi: “Kamu lihat gunung-gunung itu. Kamu sangka dia diam. Padahal, ia berjalan sebagaimana jalannya awan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan”. Mendengar pernyataan itu, banyak manusia yang berkerut keningnya. Mengapa tidak? Bagaimana mungkin gunung-gunung yang jelas berdiri kokoh itu dikatakan berjalan? Apalagi berjalan laksana awan!

sebenarnya pada masa Yunani kuno sudah ada ilmuwan yang menyangkal teori Geosentris yaitu Aristarchus (320–250 SM). Aristarchus percaya bahwa Matahari adalah pusat alam semesta. Ia orang pertama yang menghitung ukuran relatif Matahari, Bumi dan Bulan. Ia menemukan bahwa diameter bulan lebih dari 30% diameter Bumi (sangat dekat dengan nilai sebenarnya yaitu 0,27 kali diameter bumi). Ia juga memperkirakan bahwa Matahari memiliki diameter 7 kali diameter Bumi. Ini kira-kira 15 kali lebih kecil dari ukuran sebenarnya yang kita ketahui saat ini.

Namun demikian, sanggahan Aristarchus seperti angin lalu saja dan teori tersebut tetap bertahan hingga 17 abad lamanya. Hingga akhirnya Nicolaus Copernicus (1473–1543) menemukan adanya kejanggalan dalam perhitungan astronomisnya secara matematis. Kejanggalan yang muncul sebenarnya sederhana yaitu posisi bumi yang menjadi pusat alam semesta membuatnya pusing untuk merumuskan gerak retrogade benda langit, salah satunya adalah Venus. Maka pada tahun 1533 dia mengusulkan teori Heliosentris, yaitu matahari sebagai pusat dari sistem pergerakan benda-benda langit dalam bukunya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit). Teori ini menjelaskan bahwa semua benda-benda langit bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan-lintasan yang berupa lingkaran dengan matahari sebagai pusatnya.

Seperti para pendahulunya, Copernicus membuat perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi matahari. Juga, dia membuat kekeliruan besar karena dia yakin betul bahwa orbit mengandung lingkaran-lingkaran. Jadi, bukan saja teori ini membingungkan secara matematik, tapi juga tidak benar secara ilmiah. Meski begitu, bukunya lekas mendapat perhatian besar. Para astronom lain pun tergugah, terutama astronom berkebangsaan Denmark, Tycho Brahe, yang melakukan pengamatan lebih teliti dan tepat terhadap gerakan-gerakan planet. Dari data-data hasil pengamatan inilah yang membuat Johannes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum-hukum gerak planet yang tepat.

Akhirnya Galileo pun juga mampu mendapatkan bukti-bukti atas pernyataan Copernicus dan menampilkan konsep-konsep baru sebagai konsekuensi atas revolusi yang diperjuangkan oleh Copernicus. Bukti dan konsep-konsep yang diajukan olehnya terkait dengan gerak benda kemudian dijadikan sebagai salah satu dasar pembangun mekanika klasik.

Pengamatan cermat yang dilakukan Galileo Galilei pada 1609 pun makin memperkuat konsep heliosentrik itu. Begitu juga, observasi observasi lain yang dia lakukan bertahun-tahun dengan giat kemudian melalui konsep-konsep baru melalui tokoh-tokoh seperi Keppler dan Newton. Hingga tidaklah heran bila teori heliosentrik Copernicus dikatakan revolusioner.

biografi MAC PLANCK

BIOGRAFI MAX PLANCK

1. Pendidikan dan Pekerjaan Max Planck

Dilahirkan pada tanggal 23 April 1858 di kota Kiel, Jerman, pemilik nama lengkap Max Karl Ernst Ludwig Planck, adalah anak keenam dari seorang profesor hukum di University of Kiel. Ayah Max mengambil posisi di University of Munich pada tahun 1867 dan karena langkah ini, Max Planck pergi ke sekolah di Gymnasium Maximilian, dan sebagai akibat dari pelajaran yang diberikan oleh gurunya, Hermann Muller ia tampaknya telah mengembangkan secara kuat pengetahuannya dalam matematika dan fisika. Tampaknya Planck adalah murid yang sangat baik akademis, secara teratur muncul dalam daftar sepuluh besar di kelas, apa pun subjek ia belajar. Dia bisa menjadi seorang sarjana atau pemain musik klasik, tetapi memutuskan bahwa fisika baginya.

Planck memulai karier fisikanya di Universitas Munich di tahun 1874. Dan karena ia memiliki hubungan yang tidak baik dengan dosennya, Philipp von Jolly, ia pindah ke Universitas Berlin pada 1877, dan menemui dosen yang bernama Helmholtz dan Kirchoff. Dengan mandiri Planck mempelajari karya Clausius mengenai termodinamika, yang mengakibatkan dia kembali ke Munich untuk menerima gelar doktor pada tahun 1879 untuk tesis pada hukum kedua termodinamika. Ia hanya berusia 21, suatu prestasi yang luar biasa, dan satu yang terbukti von Jolly bahwa ia telah salah ketika dia telah mengatakan Planck bahwa ada sedikit atau tidak untuk menemukan dalam fisika. Pada tahun 1880 Planck mengajar di Universitas Munich, dan pindah ke Kiel pada 1885 untuk menerima jabatan sebagai profesor di Universitas Kiel. Pada tahun 1889, dia pindah ke Berlin, di mana sejak 1892 dia menduduki jabatan kursi Guru fisika teoretis di Universitas Berlin. Dia menetap di sana selama 38 tahun hingga pensiun pada tahun 1927 tatkala usianya mencapai 70 tahun.

Dari tahun 1905 sampai 1909, Planck berlaku sebagai kepala Perkumpulan Fisikawan Jerman (Deutsche Physikalische Gesellschaft).

Pada tahun 1913, dia menjadi kepala Universitas Berlin. Untuk dasar dari fisika kuantum, dia diberikan penghargaan Nobel bidang fisika pada tahun 1918. Sejak tahun 1930 sampai 1937, Planck adalah kepala Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft zur Forderung der Wissenschaften (KWG, Persatuan-Kaisar-Wilhelm untuk peningkatan dalam sains).

Selama Perang Dunia II, Planck mencoba meyakinkan Adolf Hitler untuk mengampuni ilmuwan Yahudi. Anak Planck, Erwin, dihukum mati pada 20 Juli, 1944, karena pengkhianatan dalam hubungan dengan pencobaan pembunuhan Hitler. Setelah kematian Planck pada 4 Oktober 1947 pada umur 89 tahun di Göttingen, KWG diubah namanya menjadi Max-Planck-Gesellschaft zur Förderung der Wissenschaften (MPG, Persatuan-Max-Planck untuk Peningkatan dalam Sains).

2. Keluarga Kecil Max Planck

Kehidupan pribadi Max Planck tidak mudah. Ia menikah dengan Marie Merck pada tahun 1887 tapi ia meninggal pada tahun 1909, meninggalkan Max dengan dua putra dan dua putri untuk membuka. Kemudian, pada 1910, ia menikahi Marga von Hoesslin, dan memiliki seorang putra.

Putra tertuanya, Karl tewas dalam pertempuran pada tahun 1916.

Putrinya, Margarete meninggal saat melahirkan pada tahun 1917

Putrinya yang lain, Emma, ​​juga meninggal saat melahirkan pada tahun 1919

Bom menghancurkan rumahnya di Berlin pada tahun 1944,

Putranya yang lain, Erwin, yang telah terlibat dalam plot pada kehidupan Hitler pada tahun 1944, disiksa sampai mati oleh Gestapo pada tahun 1945,

Max Planck benar-benar hancur oleh tragedi akhir dan akhirnya meninggal di Gottingen pada tanggal 4 Oktober 1947.

A. PENEMUAN MAX PLANCK

Menjelang akhir abad 19, muncul penemuan baru mengejutkan yaitu lahirnya Mekanika Kuantum atau Mekanika Gelombang di tangan Max Planck. Diawali dengan mengangkat kembali teori Newton mengenai Photon (Teori yang menyatakan bahwa cahaya merupakan Partikel) kemudian mendampingkannya dengan Teori Gelombang Maxwell (bahwa cahaya merupakan gelombang), Planck bilang radiant energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebutnya quanta. Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang cahaya dan elektro magnetik ini merupakan titik mula dari teori kuantum yang sejak itu merevolusionerkan bidang fisika dan menyuguhkan kita pengertian yang lebih mendalam tentang alam benda dan radiasi.

Planck, seperti halnya ilmuwan lain, tertarik dengan "radiasi kuantitas gelap," julukan buat radiasi elektromagnetik dikeluarkan oleh obyek gelap sempurna apabila dipanaskan. (Suatu obyek gelap sempurna dijelaskan sebagai sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, tetapi sepenuhnya menyerap semua cahaya yang jatuh di atasnya). Percobaan-percobaan para ahli fisika telah membuat ukuran yang hati-hati perihal radiasi yang dikeluarkan oleh obyek itu bahkan sebelum Planck bekerja dalam masalah itu.

Hasil karya Planck pertama adalah penemuannya dalam hal formula secara aljabar yang ruwet yang dengan tepat menggambarkan "radiasi kuantitas gelap." Formula ini yang kerap digunakan dalam teori fisika sekarang dengan rapi meringkas data-data percobaan. Tetapi ada satu masalah: hukum fisika yang sudah diterima meramalkan adanya suatu formula yang sama sekali berbeda.

Planck berkecimpung dalam-dalam terhadap soal ini dan akhirnya tampil dengan teori baru yang radikal: energi radian cuma keluar pada pergandaan yang tepat dari unit elementer yang disebut Planck "kuantum".

Tahun 1899 ia menemukan sebuah konstanta dasar, yang dinamakan konstanta Planck. Dan setahun kemudian yaitu pada tahun 1900 Max Planck mengemukakan teorinya, yang disebut teori Planck, yang merupakan awal lahirnya fisika modern (semua teori fisika sebelum Planck disebut fisika klasik). Menurut teori Planck, ukuran kuantum cahaya tergantung pada frekuensi cahaya (misalnya pada warnanya), dan juga berimbang dengan kuantitas fisik yang oleh Planck diringkas dengan "h", tetapi sekarang disebut "patokan Planck". Hipotesa Planck amatlah berlawanan dengan apa yang jadi konsep umum fisika. Tetapi, dengan penggunaan ini dia mampu menemukan keaslian teoritis yang tepat daripada formula yang benar tentang "radiasi kuantitas gelap."

Planck menyelidiki masalah radiasi benda hitam yang pertama kali diajukan oleh Kirchhoff yang menyatakan bahwa benda-benda panas bersinar lebih terang dari yang dingin. Alasannya adalah bahwa medan elektromagnetik mematuhi hukum-hukum gerak seperti massa di musim semi, dan dapat datang ke kesetimbangan termal dengan atom panas. Ketika sebuah objek panas dalam kesetimbangan dengan cahaya, jumlah cahaya menyerap sama dengan jumlah cahaya yang dipancarkannya. Jika objek adalah hitam, berarti menyerap semua cahaya yang hits itu, maka jumlah maksimum memancarkan cahaya termal juga.

Planck berhipotesis bahwa persamaan gerak untuk cahaya adalah seperangkat osilator harmonik , satu untuk setiap frekuensi mungkin. Ia meneliti bagaimana entropi dari osilator bervariasi dengan suhu tubuh, mencoba untuk mencocokkan hukum Wien, dan mampu untuk mendapatkan fungsi matematika perkiraan untuk spektrum benda hitam.

Dengan kondisi baru, Planck telah memberlakukan kuantisasi energi dari osilator. Ia menerapkan pendekatan baru untuk perpindahan hukum Wien menunjukkan bahwa "energi elemen" harus sebanding dengan frekuensi osilator, versi pertama dari apa yang sekarang disebut "hubungan Planck": E = hf

Planck mampu menghitung nilai dari h dari data eksperimental pada hitam-tubuh radiasi: hasil nya, 6,55 × 10 -34 J ° S, adalah dalam 1,2% dari nilai saat ini diterima.

Teori Planck begitu revolusioner, yang tak syak lagi bisa dianggap suatu gagasan eksentrik kalau saja Planck bukan seorang ahli fisika yang mantap dan konservatif. Kendati hipotesanya terdengar aneh, dalam soal khusus ini jelas merupakan penuntun ke arah formula yang benar.

Pada mulanya, umumnya ahli fisika (termasuk Planck sendiri) melihat hipotesanya sebagai tak lain dari sebuah fiksi matematik yang cocok. Sesudah beberapa tahun, hal itu berubah sehingga konsepsi Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk berbagai fenomena fisik selain untuk "radiasi kuantitas gelap." Einstein menggunakan konsep ini di tahun 1905 dalam rangka menjelaskan efek fotoelektrika, dan Niels Bohr menggunakannya di tahun 1913 dalam teorinya tentang struktur atom. Menjelang tahun 1918 tatkala Planck peroleh Hadiah Nobel, jelaslah sudah bahwa hipotesanya pada dasarnya benar dan itu mempunyai arti penting yang fundamental dalam teori fisika.

Sikap anti Nazi Planck yang keras membuat kedudukannya berabe di masa pemerintahan Hitler. Anak laki-lakinya dihukum mati di awal tahun 1945 akibat peranannya dalam komplotan para perwira yang punya rencana membunuh Hitler. Planck sendiri mati tahun 1947, pada umur delapan puluh sembilan tahun.

Perkembangan mekanika kuantum mungkin yang paling penting dari perkembangan ilmu pengetahuan dalam abad ke-20, lebih penting ketimbang teori relativitas Einstein. Patokan "h" Planck memegang peranan penting dalam teori fisika dan sekarang dihimpun jadi dua atau tiga patokan fisika paling dasar. Patokan itu muncul dalam teori struktur atom, dalam prinsip "ketidakpastian" Heisenberg, dalam teori radiasi dan dalam banyak lagi formula ilmiah. Perkiraan pertama Planck mengenai nilai jumlah adalah dalam batas perhitungan 2% yang diterima sekarang.

Planck umumnya dianggap bapak mekanika kuantum. Kendati dia memainkan peranan tak seberapa dalam perkembangan teori selanjutnya, adalah keliru mengecilkan arti Planck. Jalan mula yang disuguhkannya sungguh penting. Dia membebaskan pikiran orang dari anggapan-anggapan keliru yang ada sebelumnya, dan dia memungkinkan orang-orang sesudahnya menyusun teori yang jauh lebih jernih daripada yang sekarang kita miliki.

Mekanika kuantum sangat berguna untuk menjelaskan perilaku atom dan partikel subatomik seperti proton, neutron dan elektron yang tidak mematuhi hukum-hukum fisika klasik. Atom biasanya digambarkan sebagai sebuah sistem di mana elektron (yang bermuatan listrik negatif) beredar seputar nukleus atom (yang bermuatan listrik positif). Menurut mekanika kuantum, ketika sebuah elektron berpindah dari tingkat energi yang lebih tinggi (misalnya dari n=2 atau kulit atom ke-2 ) ke tingkat energi yang lebih rendah (misalnya n=1 atau kulit atom tingkat ke-1), energi berupa sebuah partikel cahaya yang disebut foton, dilepaskan. Energi yang dilepaskan dapat dirumuskan sbb:

E = hf\!

keterangan:

· E\!adalah energi (J)

· h\!adalah tetapan Planck, h = 6.63 \times 10^{-34}\!(Js), dan

· f\!adalah frekuensi dari cahaya (Hz)

Dalam spektrometer massa, telah dibuktikan bahwa garis-garis spektrum dari atom yang di-ionisasi tidak kontinyu, hanya pada frekuensi/panjang gelombang tertentu garis-garis spektrum dapat dilihat. Ini adalah salah satu bukti dari teori mekanika kuantum.

TUGAS SEJARAH FISIKA YESINTA