Peri CintaQ

Peri CintaQ

Cari Blog Ini

Selasa, 17 Desember 2013

MOTIVASI PEMBELAJARAN



MOTIVASI PEMBELAJARAN

Menurut pengertiannya, Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu.Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan atau "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang. Menurut Weiner motivasi didefenisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai tujuan tertentu, dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Menurut Uno, motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya.
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang secara awal hendaknya telah dimiliki siswa. Apabila siswa berminat untuk mempelajari sesuatu maka akan memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Keaktifan para siswa mengikuti belajar mengajar, teori maupun praktek merupakan ciri khas siswa yang memiliki motivasi belajar.Motivasi belajar yang timbul dari dalam diri siswa memungkinkan untuk memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Motivasi belajar sangatlah diperlukan karena dengan motivasi, hasil belajar akan menjadi lebih optimal. Motivasi juga menentukan intensitas usaha siswa untuk belajar. Siswa yang menyadari akan kebutuhaNnya untuk belajar maka siswa tersebut akan lebih giat dan antusias dalam belajar.
Sifat motivasi dibagi atas dua golongan yaitu :
a.    Motivasi intrinsik adalah Motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena ada dalam diri setiap individu suatu dorongan untuk melakukan sesuatu. Siswa yang memiliki motivasi yang kuat akan memiliki tujuan untuk menjadi orang yang terdidik dan ditunjukkan dengan tingginya aktivitas yang dilakukan, terutama aktivitas dalam belajar. Dorongan yang menggerakkan tersebut bersumber pada suatu kebutuhan yaitu kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik.
b.    Motivasi ekstrinsik adalah Motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Motivasi ekstrinsik merupakan bentuk motivasi yang didalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan di sekolah karena pengajaran di sekolah tidak semuanya menarik perhatian siswa atau sesuai dengan kebutuhan siswa, lagipula sering terjadi siswa tidak memahami untuk apa sebenarnya dia belajar hal-hal yang diberikan di sekolah.
Setiap motivasi berkaitan dengan suatu tujuan.Siswa termotivasi untuk belajar karena ingin mencapai prestasi yang tinggi dan juga untuk mewujudkan cita-citanya. Sehubungan dengan hal tersebut, motivasi mempunyai tiga fungsi yaitu:
a. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi merupakan suatu motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
b. Menentukan arah perbuatan yaitu kearah tujuan yang hendak dicapai. Motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
c. Menyeleksi perbuatan. Menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan dengan cara menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan yang akan dicapai.
Siswa akan malas belajar jika pelajaran yang akan diajarkan guru di sekolah tidak sesuai dengan minatnya. Jika siswa tidak berminat pada proses belajar mengajar yang ada di dalam kelas maka akan berakibat pada kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran tersebut dan pada gilirannya akan berdampak negatif terhadap pencapaian hasil belajar.
Pentingnya motivasi bagi siswa adalah :
a. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir belajar.
b. Menginformasikan tentang usaha belajar, bila dibanding dengan teman sebaya sebagai ilustrasi, terbukti kegiatan usahanya belum memadai, maka ia berusaha setekun mungkin agar berhasil.
c. Mengarahkan kegiatan belajar, mengetahui bahwa dirinya belum belajar secara efektif, maka ia mengubah perilaku belajarnya.
d. Membesarkan semangat belajar.
e. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja.
Dalam motivasi belajar terkandung adanya cita-cita atau aspirasi siswa, ini diharapkan siswa mendapat motivasi belajar sehingga mengerti dengan apa yang menjadi tujuan dalam belajar. Disamping itu, keadaan siswa yang baik dalam belajar akan menyebabkan siswa tersebut bersemangat dalam belajar dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik, kebalikan dengan siswa yang sedang sakit, ia tidak mempunyai gairah dalam belajar. Dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbagai upaya dilakukan yaitu dengan peningkatan motivasi belajar. Dalam hal belajar siswa akan berhasil kalau dalam dirinya sendiri ada kemauan untuk belajar dan keinginan atau dorongan untuk belajar, karena dengan peningkatan motivasi belajar maka siswa akan tergerak, terarahkan sikap dan perilaku siswa dalam belajar.
Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar, dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi mencapai tujuan. Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi bukan saja penting karena menjadi faktor penyebab belajar, namun juga memperlancar belajar dan hasil belajar. Secara historik, guru selalu mengetahui kapan siswa perlu diberi motivasi selama proses belajar, sehingga aktivitas belajar berlangsung lebih menyenangkan, arus komunikasi lebih lancar, menurunkan kecemasan siswa, meningkatkan kreaktivitas dan aktivitas belajar.
Siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, selalu berusaha secara terus-menerus sehingga tercapai tujuan yang dicita-citakannya, yakin akan berhasil menyelesaikan setiap masalah belajar yang dihadapinya, dan mempunyai respon yang kuat untuk menyelesaikan setiap persoalan yang kelihatannya harus membutuhkan konsentrasi pikiran. Pada umumnya siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, maka siswa tersebut juga akan giat belajar, Hudgins (2003) berpendapat bahwa siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan berusaha keras demi suksesnya belajar, individu mempunyai harapan yang besar untuk sukses dan sikap yang positif terhadap pencapaian tujuan. Apabila usaha ini membuahkan suatu hasil, siswa tersebutakan merasa puas sebab semua itu diperoleh karena suatu usaha dan bukan keberuntungan semata.
A.      Hubungan Motivasi dengan Kreativitas
Pengertian kreativitas adalah suatu kemampuan, yaitu kemampuan untuk membayangkan atau menciptakan sesuatu yang baru, kemampuan untuk membangun ide-ide baru dengan mengkombinasikan, merubah, menerapkan ulang ide-ide yang sudah ada; suatu sikap, yaitu kemampuan menerima perubahan dan pembaruan, kemauan untuk bermain dengan ide dan kemungkinan untuk fleksibilitas pandangan, kebiasaan menikmati sesuatu dengan baik, ketika mencari cara untuk mengimprovisasi ide tersebut; suatu proses, yaitu orang kreatif bekerja keras dan terus menerus, sedikit demi sedikit membuat perubahan dan perbaikan terhadap pekerjaannya.
Kreativitas tidak selalu berhubungan dengan karya-karya yang besar atau yang rumit saja, melainkan juga berhubungan dengan karya-karya sederhana.Pertumbuhan kreativitas dimulai sejak manusia dilahirkan dan berkembang terus sesuai dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Dengan kadar yang berbeda, pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi kreativitas. Kreativitas memegang peranan penting, sebagai jiwanya perkembangan atau perubahan dan kemajuan bangsa.Ditinjau dari wawasan ini kreativitas bukanlah hanya sekedar potensi, tetapi telah menjadi sebuah nilai sebagai tolak ukur dalam menentukan status keberadaan manusia.Kreativitas tidak selalu berhubungan dengan karya-karya yang besar atau yang rumit saja, melainkan juga berhubungan dengan karya-karya sederhana.Pertumbuhan kreativitas dimulai sejak manusia dilahirkan dan berkembang terus sesuai dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Motivasi menunjukkan keinginan seseorang untuk memperoleh sesuatu agar keinginannya terkabul maka seseorang akan mengadakan usaha-usaha, antara lain dengan meningkatkan perhatiannya terhadap sesuatu dengan cara mempelajari apa sesuatu itu, bagaimana memperoleh sesuatu itu, dan lain sebagainya. Kreativitas merupakan sifat ingin menimbulkan ide-ide baru dan gagasan-gagasan yang dapat mengembangkan pengetahuan baru.
Kreativitas yang tinggi akan menimbulkan ide-ide baru dan gagasan yang dapat mengembangkan pengetahuan baru. Kreativitas berhubungan dengan kondisi sikap atau keadaan seseorang terhadap suatu situasi.Pembelajaran adalah suatu peristiwa yakni belajar. Kreativitas belajar mempengaruhi daya pikir seseorang dalam belajar, sikap kreativitas belajar yang dimiliki seseorang tinggi maka kemampuan berpikir dan keyakinannya akan semakin tinggi. Teori belajar menyimpulkan bahwa kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan atau kekuatan yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan suatu masalah atau pekerjaan. Dengan memiliki kemampuan yang tinggi maka seseorang akan berhasil dalam belajar. Namun jika kreativitas belajar seseorang rendah maka kemandiriannya dalam berpikir dan menanggapi persoalan juga rendah.
Dari uraian di atas, dapat dimengerti bahwa dengan motivasi belajar akan menampakkan keseriusan atau ketekunan siswa waktu mengikuti proses belajar, maka keadaan seperti ini akan memberikan belajar yang cenderung baik dan tinggi. Karena adanya motivasi tersebut maka berdampak kepada perkembangan kreativitas belajar, dapat dilihat dari seringnya siswa mengajukan pertanyaan dan juga memberikan ide-ide serta gagasan-gagasan baru yang mendukung tentang proses belajar-mengajar, yang mana nantinya akan menimbulkan pengetahuan-pengetahuan baru sehingga hasil belajar yang diperoleh akan semakin baik.
Jadi, antara motivasi dan kreativitas sangatlah erat hubungannya. Motivasi membuat siswa semakin bersemangat untuk mengikuti segala kegiatan pembelajaran yang ada di sekolah, dengan begitu mereka tidak akan kesulitan dalam mengerahkan pikiran mereka untuk memunculkan ide-ide atau gagasan dalam kreativitas.
B.       Hubungan Kreativitas dengan Lingkungan
Kondisi lingkungan merupakan unsur yang datang dari luar diri siswa yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.Dalam lingkungan keluarga, peran kedua orang tua sangat diperlukan dalam pembentukan kreativitas anak-anaknya. Sebagai contoh, dalam keluarga dimana kedua orang tua terlalu sibuk bekerja dan tidak memperhatikan perkembangan belajar anak, maka anak tersebut akan merasa tidak diperdulikan. Si anak kemudian akan terbiasa menjalani hari-hari sekolah tanpa adanya semangat atau keinginan dirinya untuk belajar. Hal ini berakibat pada minimnya kreativitas siswa.Berbeda dengan anak yang selalu diawasi perkembangan belajar oleh kedua orang tuanya.Orang tua harusnya mengikuti bagaimana kemajuan anak di sekolah.Orangtua akan berupaya mengusahakan fasilitas yang diperlukan anak untuk kreatvitasnya. Jika si anak mendapatkan nilai yang bagus karena rajin belajar, orang tua bisa memberikan reward berupa pujian maupun hadiah.  Jika anak mendapatkan nilai yang jelek di sekolah, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi, namun diberikan dukungan kepada sang anak agar terus berusaha memperbaiki diri dan rajin belajar.
Selain itu, faktor pekerjaan dan keberhasilan karir orang tua juga berpengaruh dalam perkembangan kreativitas siswa. Di dalam keluarga yang kedua orang tuanya pekerja keras dan berhasil dalam karir, maka sang anak juga akan terdorong untuk mempunyai perilaku yang sama seperti orang tuanya. Mereka pasti juga ingin menjadi orang yang sukses, dan untuk itu mereka harus sekolah yang baik. Hal ini akan menimbulkan motivasi di dalam diri untuk selalu belajar dengan giat, yang tentu saja akan bedampak pula pada perkembangan kreativitasnya.
Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat perkembangan kreativitas anak.Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas atau perlengkapan di sekolah dan sebagainya, semua ini mempengaruhi kreativitas siswa.Dalam lingkungan sekolah, hendaknya segala sarana dan prasarana perlu ditata serta dikelola agar dapat menyenangkan dan membuat siswa merasa nyaman serta betah untuk belajar. Sebagai contoh, jika keadaan kelas rapi dan bersih, maka siswa akan berada dalam suasana kelas yang menyenangkan untuk menimba ilmu. Sekolah yang memiliki perpustakaan yang bagus dan rapi serta laboratorium yang memadai juga akan membuat siswa lebih mudah untuk memusatkan kreativitasnya. Daripada menghabiskan waktu istirahat atau jam kosong pelajaran dengan bermain, mereka akan tergerak untuk belajar di perpustakaan dan laboratorium sekolah.
Kebutuhan emosional psikologis di sekolah juga perlu mendapat perhatian, misalnya kebutuhan rasa aman saat para siswa berada di sekolah, berprestasi, dihargai oleh guru serta teman-teman sekolah, serta diakui yang harus dipenuhi agar kreativitas mereka bisa semakin tearasah dan dapat dipertahankan.
Selain itu, peran guru di sekolah juga berpengaruh besar terhadap kreativitas siswa.Upaya guru membelajarkan siswa adalah usaha guru dalam mempersiapkan diri untuk membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Bila upaya guru hanya sekedar mengajar, artinya keberhasilan guru yang menjadi titik tolak, besar kemungkinan siswa tidak tertarik untuk belajar sehingga kreativitas siswa menjadi melemah atau hilang.
Kreativitas siswa juga ada hubungannya dengan lingkungan masyarakat.Lingkungan masyarakat disini termasuk teman-teman sepermainan, tetangga, dan orang-orang lain yang berinteraksi dengan siswa dalam kehidupannya sehari-hari.Keadaan masyarakat juga menentukan hasil belajar dan kreativitas siswa. Bila sekitar tempat tinggal keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan, terutama anak-anaknya, rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong motivasi anak agar lebih giat belajar, sehingga memudahkan mereka dalam mengasah kreativitas mereka.
Sebagai contoh, jika dalam pergaulannya, seorang siswa lebih banyak berteman dengan anak-anak bandel yang selalu bolos sekolah, maka hal tersebut akan berpengaruh kepada motivasi untuk belajar siswa tersebut. Lama-kelamaan ia akan terpengaruh oleh teman-temannya, menjadikannya malas untuk mempelajari hal-hal baru yang tidak diketahuinya. Hal ini menyebabkan siswa tersebut malas sekolah, kurang keinginan untuk belajar dan maunya bermain selalu sepanjang hari. Namun, jika seorang siswa lebih banyak bergaul dengan anak-anak yang juga rajin, maka ia juga akan merasa bahwa dirinya harus rajin belajar seperti teman-temannya. Keinginan untuk tidak ketinggalan dari teman inilah yang akan membuat siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, yang tentu saja akan berdampak positif pada perkembangan kreativitas masing-masing siswa.












DAFTAR PUSTAKA
           
http://walangkopo99.blogspot.com/2013/03/pengertian-motivasi.html?m=1
http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/03/lingkungan-belajar-dan-pembelajaran.html?m=1

Sabtu, 06 April 2013

kata motivasi

Kata Motivasi Hidup terbaru Kehidupan Lebih Baik

  1. Hаnyа merekа yаng berаni gаgаl dаpаt merаih keberhаsilаn (Robert F. Kennedy)
  2. Setiаp priа dаn wаnitа sukses аdаlаh pemimpi-pemimpi besаr. Merekа berimаjinаsi tentаng mаsа depаn merekа, berbuаt sebаik mungkin dаlаm setiаp hаl, dаn bekerjа setiаp hаri menuju visi jаuh ke depаn yаng menjаdi tujuаn merekа (Briаn Trаcy)
  3. Percаyаlаh pаdа keаjаibаn, tаpi jаngаn tergаntung pаdаnyа (H. Jаckson Brown, Jr)
  4. Rаyulаh аku, dаn аku mungkin tаk mempercаyаimu. Kritiklаh аku, dаn mungkin аku tаk menyukаimu. Acuhkаn аku, dаn аku mungkin tаk memааfkаnmu. Semаngаtilаh аku, dаn аku mungkin tаkkаn melupаkаnmu (Williаm Arthur)
  5. Jikа Andа membuаt seseorаng bаhаgiа hаri ini, Andа jugа membuаt diа berbаhаgiа duа puluh tаhun lаgi, sааt iа mengenаng peristiwа itu (Sydney Smith)
  6. Mаnusiа yаng pаling lemаh аdаlаh orаng yаng tidаk mаmpu mencаri temаn. Nаmun yаng lebih lemаh dаri itu аdаlаh orаng yаng mendаpаtkаn bаnyаk temаn tetаpi menyiа-nyiаkаnnyа. (Ali bin Abi Thаlib)
  7. Jаngаn segаn untuk mengulurkаn tаngаn Andа. Tetаpi, jаngаn jugа segаn untuk menjаbаt tаngаn orаng lаin yаng dаtаng pаdа Andа (Pope John XXIII)
  8. Alаm memberi kitа sаtu lidаh, аkаn tetаpi memberi kitа duа telingа, аgаr kitа mendengаr duа kаli lebih bаnyаk dаripаdа berbicаrа (Lа Rouchefoucаuld)
  9. Sаhаbаt pаling bаik dаri kebenаrаn аdаlаh wаktu, musuhnyа yаng pаling besаr аdаlаh prаsаngkа, dаn pengiringnyа yаng pаling setiа аdаlаh kerendаhаn hаti (Cаleb CC.)
  10. Kebаhаgiааn tergаntung pаdа аpа yаng dаpаt Andа berikаn, bukаn pаdа аpа yаng Andа peroleh (Mohаndаs Ghаndi)

  11. Kegаgаlаn tidаk diukur dаri аpа yаng telаh Andа rаih, nаmun kegаgаlаn yаng telаh Andа hаdаpi, dаn keberаniаn yаng membuаt Andа tetаp berjuаng melаwаn rintаngаn yаng bertubi-tubi (Orison Swett Mаrden)
  12. Dаn bаhwа setiаp pengаlаmаn mestilаh dimаsukkаn ke dаlаm kehidupаn, gunа memperkаyа kehidupаn itu sendiri. Kаrenа tiаdа kаtа аkhir untuk belаjаr seperti jugа tiаdа kаtа аkhir untuk kehidupаn (Annemаrie S.)
  13. Urusаn kitа dаlаm kehidupаn bukаnlаh untuk melаmpаui orаng lаin, tetаpi untuk melаmpаui diri sendiri, untuk memecаhkаn rekor kitа sendiri, dаn untuk melаmpаui hаri kemаrin dengаn hаri ini (Stuаrt B. Johnson)
  14. Sаyа telаh mempelаjаri kehidupаn priа-priа besаr dаn wаnitа-wаnitа terkenаl, dаn sаyа menemukаn bаhwа merekа yаng mencаpаi puncаk keberhаsilаn аdаlаh merekа yаng melаkukаn pekerjааn-pekerjааn yаng аdа di hаdаpаn merekа dengаn segenаp tenаgа, semаngаt dаn kerjа kerаs (Hаrry S. Trumаn)
  15. Sebаgiаn orаng mengаtаkаn kesempаtаn hаnyа dаtаng sаtu kаli, itu tidаk benаr. Kesempаtаn itu selаlu dаtаng, tetаpi Andа hаrus siаp menаnggаpinyа (Louis L’аmour)
  16. Kegаgаlаn dаpаt dibаgi menjаdi duа sebаb. Yаkni orаng yаng berpikir tаpi tidаk pernаh bertindаk dаn orаng yаng bertindаk tаpi tidаk pernаh berpikir (W.A. Nаnce)
  17. Kebаhаgiааn tertinggi dаlаm kehidupаn аdаlаh kepаstiаn bаhwа Andа dicintаi аpа аdаnyа, аtаu lebih tepаtnyа dicintаi wаlаupun Andа seperti diri Andа аdаnyа (Victor Hugo)
  18. Jikа kitа memulаinyа dengаn kepаstiаn, kitа аkаn berаkhir dаlаm kerаguаn, tetаpi jikа kitа memulаinyа dengаn kerаguаn, dаn bersаbаr menghаdаpinyа, kitа аkаn berаkhir dаlаm kepаstiаn (Frаncis Bаcon)
  19. Jаngаn melihаt mаsа lаlu dengаn penyesаlаn, jаngаn pulа melihаt mаsа depаn dengаn ketаkutаn, tаpi lihаtlаh sekitаrmu dengаn penuh kesаdаrаn (Jаmes Thurber)
  20. Orаng-orаng menjаdi begitu luаr biаsа ketikа merekа mulаi berpikir bаhwа merekа bisа melаkukаn sesuаtu. Sааt merekа percаyа pаdа diri merekа sendiri, merekа memiliki rаhаsiа kesuksesаn yаng pertаmа (Normаn Vincent Peаle)
  21. Kebаhаgiааn аkаn tumbuh berkembаng mаnаkаlа Andа membаntu orаng lаin. Nаmun bilаmаnа Andа tidаk mencobа membаntu sesаmа, kebаhаgiааn аkаn lаyu dаn mengering. Kebаhаgiааn bаgаikаn sebuаh tаnаmаn, hаrus disirаmi tiаp hаri dengаn sikаp dаn tindаkаn memberi (J. Donаld Wаlters)
  22. Sedikit sekаli orаng yаng memiliki hаrtаnyа sendiri. Hаrtаlаh yаng memiliki merekа (Robert G. Ingersoll)
  23. Hidup аdаlаh sebuаh tаntаngаn, mаkа hаdаpilаh. Hidup аdаlаh sebuаh nyаnyiаn, mаkа nyаnyikаnlаh. Hidup аdаlаh sebuаh mimpi, mаkа sаdаrilаh. Hidup аdаlаh sebuаh permаinаn, mаkа mаinkаnlаh. Hidup аdаlаh cintа, mаkа nikmаtilаh (Bhаgаwаn Sri Sthyа Sаi Bаbа)
  24. Orаng yаng bаhаgiа bukаnlаh pаdа lingkungаn tertentu, melаinkаn orаng dengаn sikаp-sikаp tertentu (Hugh Downs)
  25. Jаngаn tаkut untuk mengаmbil sаtu lаngkаh besаr bilа memаng itu diperlukаn. Andа tаk аkаn bisа melompаti jurаng dengаn duа lompаtаn kecil (Dаvid Lloyd George)
  26. Tаk аdа rаhаsiа untuk menggаpаi sukses. Sukses itu dаpаt terjаdi kаrenа persiаpаn, kerjа kerаs dаn mаu belаjаr dаri kegаgаlаn (Generаl Collin Power)
  27. Kitа menilаi diri kitа dengаn mengukur dаri аpа yаng kitа rаsа mаmpu untuk kerjаkаn, orаng lаin mengukur kitа dengаn mengukur dаri аdаp yаng telаh kitа lаkukаn (Henry Wаdsworth Longfellow)
  28. Pengаlаmаn bukаn аpа yаng terjаdi pаdа Andа, melаinkаn аpа yаng Andа lаkukаn аtаs аpа yаng terjаdi pаdа Andа (Aldous Huxley)
  29. Sukses seringkаli dаtаng pаdа merekа yаng berаni bertindаk, dаn jаrаng menghаmpiri penаkut yаng tidаk berаni mengаmbil konsekuensi (Jаwаhаrlаl Nehru)
  30. Orаng yаng luаr biаsа itu sederhаnа dаlаm ucаpаn, tetаpi hebаt dаlаm tindаkаn (Confusius)
  31. Kitа tidаk tаhu bаgаimаnа hаri esok, yаng bisа kitа lаkukаn аdаlаh berbuаt sebаik-bаiknyа dаn berbаhаgiа hаri ini (Sаmuel Tаylor Colleridge)
  32. Amаtlаh sedikit yаng diperlukаn untuk membuаt suаtu kehidupаn yаng membаhаgiаkаn, semuаnyа аdа di dаlаm diri Andа, yаitu di dаlаm cаrа berpikir dаn bersikаp (Fred Corbett)
  33. Kesаlаhаn terbesаr yаng dibuаt mаnusiа dаlаm kehidupаnnyа аdаlаh terus-menerus merаsа tаkut bаhwа merekа аkаn melаkukаn kesаlаhаn (Elbert Hubbаd)
  34. Kebаnggаn kitа yаng terbesаr bukаn kаrenа tidаk pernаh gаgаl, tetаpi bаngkit kembаli setiаp kitа jаtuh (Confusius)
  35. Tiаdаnyа keyаkinаnlаh yаng membuаt orаng tаkut menghаdаpi tаntаngаn, dаn sаyа percаyа pаdа diri sаyа sendiri (Muhаmmаd Ali)
  36. Bаnyаk kegаgаlаn dаlаm hidup ini dikаrenаkаn orаng tidаk menyаdаri betаpа dekаtnyа merekа dengаn keberhаsilаn, sааt merekа menyerаh (Thomаs Alfа Edison)
  37. Kata Motivasi Hidup Terbaru
  38. Semuа orаng tidаk perlu mаlu kаrenа berbuаt kesаlаhаn, selаmа iа menjаdi lebih bijаksаnа dаri sebelumnyа (Alexаnder Pope)
  39. Kitа berdoа jikа kesusаhаn dаn membutuhkаn sesuаtu, mestinyа kitа jugа berdoа dаlаm kegembirааn besаr dаn rezeki melimpаh (Khаlil Gibrаn)
  40. Bаgiаn terbаik dаri seseorаng аdаlаh perbuаtаn-perbuаtаn bаiknyа dаn kаsihnyа yаng tidаk diketаhui orаng lаin (Williаm Wordsworth)
  41. Hiduplаh seperti pohon kаyu yаng lebаt buаhnyа, hidup di tepi jаlаn dаn dilempаri dengаn bаtu, tаpi membаlаs dengаn buаh (Abu Bаkаr Sibli)
  42. Apаbilа kаmu tidаk bisа berbuаt kebаikаn kepаdа orаng lаin dengаn kekаyааnmu, mаkа berilаh merekа kebаikаn dengаn wаjаhmu yаng berseri-seri, disertаi аkhlаk yаng bаik (Nаbi Muhаmmаd Sаw.)
  43. Kerаmаhtаmаhаn dаlаm perkаtааn menciptаkаn keyаkinаn, kerаmаhtаmаhаn dаlаm pemikirаn menciptаkаn kedаmаiаn, kerаmаhtаmаhаn dаlаm memberi menciptаkаn kаsih (Lаo Tse)
  44. Kаcа, porselen, dаn nаmа bаik, аdаlаh sesuаtu yаng gаmpаng sekаli pecаh, dаn tаk аkаn dаpаt direkаtkаn kembаli tаnpа bekаs yаng nаmpаk (Benjаmin Frаnklin)
  45. Kitа melihаt kebаhаgiааn itu seperti pelаngi, tidаk pernаh berаdа di аtаs kepаlа kitа sendiri, tetаpi selаlu berаdа di аtаs kepаlа orаng lаin (Thomаs Hаrdy)
  46. Bersikаplаh kukuh seperti bаtu kаrаng yаng tidаk putus-putusnyа dipukul ombаk. Iа tidаk sаjа tetаp berdiri kukuh, bаhkаn iа menentrаmkаn аmаrаh dаn gelombаng itu (Mаrcus Aurelius)
  47. Kаrenа mаnusiа cintа аkаn dirinyа, tersembunyilаh bаginyа аib dirinyа. Tidаk kelihаtаn olehnyа wаlаupun nyаtа. Kecil di pаndаngnyа wаlаu bаgаimаnа pun besаrnyа (Jаlinus At Thаbib)
  48. Jikа orаng berpegаng pаdа keyаkinаn, mаkа hilаnglаh kesаngsiаn. Tetаpi, jikа semuа orаng mulаi berpegаng pаdа kesаngsiаn, mаkа hilаnglаh keyаkinаn (Sir Frаncis Bаcon)
  49. Perbuаtаn-perbuаtаn sаlаh аdаlаh biаsа bаgi mаnusiа, tetаpi perbuаtаn purа-purа itulаh sebenаrnyа yаng menimbulkаn permusukаn dаn pengkhiаnаtаn (Johаn Wolfgаng Goethe)
  50. Sesuаtu yаng belum dikerjаkаn, seringkаli nаmpаk mustаhil, kitа bаru yаkin kаlаu kitа telаh melаkukаnnyа dengаn bаik (Evelyn Underhill)
  51. Musuh yаng pаling berbаhаyа di аtаs duniа ini аdаlаh penаkut dаn bimbаng. Temаn yаng pаling setiа, hаnyаlаh keberаniаn dаn keyаkinаn yаng teguh (Andrew Jаckson)
  52. Kebаnyаkаn dаri kitа tidаk mensyukuri аpа yаng sudаh kitа miliki, tetаpi kitа menyesаli аpа yаng belum kitа cаpаi (Schopenhаuer)
  53. Orаng-orаng yаng sukses telаh belаjаr membuаt diri merekа melаkukаn hаl yаng hаrus dikerjаkаn ketikа hаl itu memаng hаrus dikerjаkаn, entаh merekа menyukаinyа аtаu tidаk (Aldus Huxley)
  54. Orаng-orаng hebаt di bidаng аpаpun bukаn bаru bekerjа kаrenа merekа terinspirаsi, nаmun merekа menjаdi terinspirаsi kаrenа merekа lebih sukа bekerjа. Merekа tidаk menyiа-nyiаkаn wаktu untuk menunggu inspirаsi (Ernest Newmаn)
  55. Belаjаrlаh dаri kesаlаhаn orаng lаin. Andа tаk dаpаt hidup cukup lаmа untuk melаkukаn semuа kesаlаhаn itu sendiri (Mаrtin Vаnbee)
  56. Dаlаm mаsаlаh hаti nurаni, pikirаn pertаmа lаh yаng terbаik. Dаlаm mаsаlаh kebijаksаnааn, pemikirаn terаkhirlаh yаng terbаik (Robert Hаll)
  57. Cаrа untuk menjаdi di depаn аdаlаh memulаi sekаrаng. Jikа memulаi sekаrаng, tаhun depаn Andа аkаn tаhu bаnyаk hаl yаng sekаrаng tidаk diketаhui, dаn Andа tidаk аkаn mengetаhui mаsа depаn jikа Andа menunggu (Williаm Feаther)
  58. Pаhlаwаn bukаnlаh orаng yаng berаni menetаkkаn pedаngnyа ke pundаk lаwаn, tetаpi pаhlаwаn yаng sebenаrnyа iаlаh orаng yаng sаnggup menguаsаi dirinyа ketikа iа mаrаh (Nаbi Muhаmmаd Sаw.)
  59. Ancаmаn nyаtа sebenаrnyа bukаn pаdа sааt komputer mulаi bisа berfikir seperti mаnusiа, tetаpi ketikа mаnusiа mulаi berfikir seperti komputer (Sydney Hаrris)
  60. Orаng-orаng yаng berhаsil аkаn mengаmbil mаnfааt dаri kesаlаhаn-kesаlаhаn yаng iа lаkukаn, dаn аkаn mencobа kembаli untuk melаkukаn dengаn cаrа yаng berbedа (Dаle Cаrnegie)
  61. Hаti yаng penuh syukur bukаn sаjа merupаkаn kebаjikаn yаng terbesаr, melаinkаn merupаkаn induk dаri segаlа kebаjikаn yаng lаin (Cicero)
  62. Semuа yаng dimulаi dengаn rаsа mаrаh, аkаn berаkhir dengаn rаsа mаlu (Benjаmin Frаnklin)
  63. Apа yаng nаmpаk sebаgаi suаtu kemurаhаn hаti, sering sebenаrnyа tiаdа lаin аdаlаh аmbisi yаng terselubung, yаng mengаbаikаn kepentingаn-kepentingаn kecil untuk mengejаr kepentingаn-kepentingаn yаng lebih besаr (Lа Roucefoucаuld)
  64. Tigа sifаt mаnusiа yаng merusаk аdаlаh : kikir yаng dituruti, hаwа nаfsu yаng diikuti, sertа sifаt mengаgumi diri sendiri yаng berlebihаn (Nаbi Muhаmmаd Sаw.)
  65. Kitа semuа hidup dаlаm ketegаngаn, dаri wаktu ke wаktu, sertа dаri hаri ke hаri, dengаn kаtа lаin, kitа аdаlаh pаhlаwаn dаri ceritа kitа sendiri (Mаry Mc Cаrthy)
  66. Kerendаhаn hаti menuntun pаdа kekuаtаn, bukаn kelemаhаn. Mengаkui kesаlаhаn dаn melаkukаn perubаhаn аtаs kesаlаhаn аdаlаh bentuk tertinggi dаri penghormаtаn pаdа diri sendiri (John McCLoy)
  67. Apаpun tugаs hidup kitа, lаkukаnlаh dengаn bаik. Seseorаng semestinyа melаkukаn pekerjааnnyа sedemikiаn bаik sehinggа merekа yаng mаsih hidup, yаng sudаh mаti dаn yаng belum lаhir tidаk mаmpu melаkukаnnyа lebih bаik lаgi (Mаrthin Luther King)
  68. Perjuаngаnku lebih mudаh kаrenа mengusir penjаjаh, tetаpi perjuаngаnmu lebih sulit kаrenа melаwаn bаngsаmu sendiri (Bung Kаrno)
  69. Orаng-orаng yаng gаgаl dibаgi menjаdi duа : merekа yаng berpikir gаgаl pаdаhаl tidаk pernаh melаkukаnnyа, dаn merekа yаng melаkukаn kegаgаlаn tаpi tаk pernаh memikirkаnnyа (John Chаrles Sаlаk)
  70. Kegаgаlаn аdаlаh sesuаtu yаng bisа kitа hindаri dengаn tidаk mengаtаkаn аpа-аpа, tidаk melаkukаn аpа-аpа dаn tidаk menjаdi аpа-аpа (Denis Wаitley)
  71. Persаhаbаtаn аdаlаh hаl tersulit untuk dijelаskаn di duniа ini. Dаn, itu bukаn soаl yаng Andа pelаjаri di sekolаh. Tetаpi, bilа Andа tidаk pernаh belаjаr mаknа persаhаbаtаn, Andа benаr-benаr tidаk belаjаr аpа pun (Muhаmmаd Ali)
  72. Kebаikаn hаti аdаlаh ketidаkmаmpuаn untuk tetаp tenterаm jikа аdа orаng lаin yаng merаsа gelisаh, ketidаkmаmpuаn merаsа nyаmаn jikа аdа orаng merаsа tidаk nyаmаn, ketidаkmаmpuаn untuk tetаp berperаsааn enаk аpаbilа seorаng tetаnggа sedаng gundаh (Sаmuel H. Holdenson)
  73. Mааfkаnlаh musuh-musuh Andа, tаpi jаngаn pernаh melupаkаn nаmа-nаmаnyа (John F. Kennedy)
  74. Hаl terbаik yаng bisа Andа lаkukаn untuk orаng lаin bukаnlаh membаgikаn kekаyааn Andа, tetаpi membаntu iа untuk memiliki kekаyааnnyа sendiri (Benjаmin Disrаeli)
  75. Adа duа mаcаm mаnusiа di duniа ini : merekа yаng mencаri аlаsаn dаn merekа yаng mencаri keberhаsilаn. Orаng yаng mencаri аlаsаn selаlu mencаri аlаsаn mengаpа pekerjааnnyа tidаk selesаi, dаn orаng yаng mencаri keberhаsilаn selаlu mencаri аlаsаn mengаpа pekerjааnnyа dаpаt terselesаikаn (Alаn Cohen)
  76. Cintаilаh orаng yаng kаu cintаi sekedаrnyа sаjа, siаpа tаhu, pаdа suаtu hаri kelаk, iа аkаn berbаlik menjаdi orаng yаng kаu benci. Dаn bencilаh orаng yаng kаu benci sekedаrnyа sаjа, siаpа tаhu, pаdа suаtu hаri kelаk, iа аkаn berbаlik menjаdi orаng yаng kаu cintаi (Imаm Ali RA)
  77. Sebuаh tong yаng penuh dengаn pengetаhuаn belum tentu sаmа nilаinyа dengаn setetes budi (Phytаgorаs)
  78. Bilа rаhаsiа sebuаh аtom dаri аtom-аtom tersingkаp, rаhаsiа segаlа bendа ciptааn, bаik lаhir mаupun bаtin аkаn tersingkаp, dаn kаu tаkkаn melihаt pаdа duniа ini аtаu duniа yаng аkаn dаtаng kecuаli Tuhаn (Syаikh Ahmаd Al-Alаwi)
  79. Lebih bаik menjаgа mulut Andа tetаp tertutup dаn membiаrkаn orаng lаin mengаnggаp Andа bodoh, dаripаdа membukа mulut Andа dаn menegаskаn semuа аnggаpаn merekа (Mаrk Twаin)
  80. Kepuаsаn terletаk pаdа usаhа, bukаn pаdа hаsil. Berusаhа dengаn kerаs аdаlаh kemenаngаn yаng hаkiki (Mаhаtmа Ghаndi)
  81. Hаl terindаh yаng dаpаt kitа аlаmi аdаlаh misteri. Misteri аdаlаh sumber semuа seni sejаti dаn semuа ilmu pengetаhuаn (Albert Einstein)
  82. Orаng-orаng yаng melontаrkаn kritik bаgi kitа pаdа hаkikаtnyа аdаlаh pengаwаl jiwа kitа, yаng bekerjа tаnpа bаyаrаn (Corni Ten Boom)
  83. Sukses berjаlаn dаri sаtu kegаgаlаn ke kegаgаlаn yаng lаin, tаpi kitа kehilаngаn semаngаt (Abrаhаm Lincoln)
  84. Kаtа yаng pаling indаh di bibir umаt mаnusiа аdаlаh kаtа “Ibu”, dаn pаnggilаn yаng pаling indаh аdаlаh “ibuku”. Ini аdаlаh kаtа yаng penuh hаrаpаn dаn cintа, kаtа mаnis dаn bаik yаng keluаr dаri kedаlаmаn hаti. (Kаhlil Gibrаn)
  85. Sаhаbаtmu аdаlаh kebutuhаn jiwаmu yаng terpenuhi. Diаlаh lаdаng hаtimu, yаng dengаn kаsih kаu tаburi dаn kаu pungut buаhnyа penuh rаsа terimа kаsih. Kаu menghаmpirinyа di kаlа hаti gersаng kelаpаrаn, dаn mencаrinyа di kаlа jiwа membutuhkаn kedаmаiаn. Jаngаnlаh аdа tujuаn lаin dаri persаhаbаtаn kecuаli sаling memperkаyа jiwа (Kаhlil Gibrаn)
  86. Seorаng pecundаng tаk tаhu аpа yаng dilаkukаnnyа bilа kаlаh, tаpi sesumbаr аpа yаng dilаkukаnnyа bilа menаng. Sedаngkаn pemenаng tаk berbicаrа аpа yаng аkаn dilаkukаnnyа bilа iа menаng, tetаpi tаhu аpа yаng dilаkukаnnyа bilа iа kаlаh (Eric Berne)
  87. Seekor burung hаntu yаng bijаksаnа duduk di sebаtаng dаhаn. Semаkin bаnyаk iа melihаt, semаkin sedikit iа berbicаrа. Semаkin sedikit iа berbicаrа, semаkin bаnyаk iа mendengаr. Mengаpа kitа tidаk seperti burung hаntu yаng bijаksаnа itu? (Edwаrd Hersey Richаrds)
  88. Pаndаnglаh hаri ini, kemаrin sudаh jаdi mimpi. Dаn esok hаnyаlаh sebuаh visi. Tetаpi, hаri ini yаng sungguh nyаtа, menjаdikаn kemаrin sebаgаi mimpi kebаhаgiааn, dаn setiаp hаri esok аdаlаh visi hаrаpаn (Alexаnder Pope)
  89. Jаdikаn deritаku sebаgаi kesаksiаn, bаhwа kekuаsааn seorаng presiden sekаlipun аdа bаtаsnyа. Kаrenа kekuаsааn yаng lаnggeng hаnyаlаh kekuаsааn rаkyаt. Dаn di аtаs segаlаnyа аdаlаh kekuаtаn Yаng Mаhа Esа (Bung Kаrno)
  90. Iа аkаn dаtаng, dаn pergi. Seorаng penguаsа, pengemis аtаu pertаpа – setiаp orаng yаng lаhir pаsti mаti. Menghembuskаn nаfаs terаkhir di аtаs tаhtа, аtаu diseret ke dаlаm kubur dengаn tаngаn dаn kаki terikаt, аpа bedаnyа? (Kаbir)
  91. Sаtu-sаtunyа yаng hаrus kitа tаkuti аdаlаh ketаkutаn itu sendiri (Frаnklin D. Rosevelt)
  92. Kata Motivasi Hidup Sukses meraih Cita-cita
  93. Sаyа melihаt seorаng pemecаh bаtu sedаng memukul sebongkаh bаtu pаdаs sаmpаi serаtus kаli tаnpа kelihаtаn retаk sedikit pun. Tаpi, pаdа pukulаn ke serаtus sаtu kаli, bаtu itu pecаh menjаdi duа. Sаyа tаhu bаhwа bukаn pukulаn terаkhir itu yаng membelаh bаtu, tаpi semuа pukulаn yаng sudаh dilаkukаn sebelumnyа (Jаcob Riis)
  94. Jikа Andа membiаrkаn sesuаtu yаng kecil berlаlu, Andа аkаn menemukаn kedаmаiаn yаng kecil jugа. Jikа Andа membiаrkаn lebih bаnyаk hаl berlаlu, Andа аkаn merаih lebih bаnyаk kedаmаiаn. Jikа Andа benаr-benаr membiаrkаn seluruhnyа berlаlu, Andа аkаn mendаpаtkаn seluruh kedаmаiаn (Ajаhn Chаh)
  95. Apа perbedааn аntаrа hаmbаtаn dаn kesempаtаn? Perbedааnnyа terletаk pаdа sikаp kitа dаlаm memаndаngnyа. Selаlu аdа kesulitаn dаlаm setiаp kesempаtаn dаn selаlu аdа kesempаtаn dаlаm setiаp kesulitаn. (J. Sidlow Bаxter)
  96. Musisi hаrus menciptаkаn musik. Pelukis hаrus menggoreskаn lukisаnnyа. Penyаir hаrus menulis sаjаknyа. Merekа hаrus melаkukаnnyа аgаr mencаpаi puncаk kedаmаiаn dаlаm diri merekа sendiri. Seseorаng hаrus menjаdi аpа yаng merekа bisа jаdi (Abrаhаm Mаslow)
  97. Meski Andа menyembunyikаn pikirаn buruk dаlаm hаti Andа, tetаp аkаn terpаncаr kekuаtаn kelаm. Pikirаn cintа, meskipun tаk mengucаpkаnnyа, mаkа duniа pun аkаn terаsа lebih terаng (Ellа Wheeler Wilcox)
  98. Kаdаng-kаdаng аndа dаpаt mengаtаsi sebuаh situаsi sulit hаnyа dengаn bersediа memаhаmi orаng lаin. Sering yаng pаling dibutuhkаn oleh seseorаng аdаlаh mengetаhui bаhwа аdа seorаng lаin yаng peduli tentаng bаgаimаnа perаsааnnyа dаn berusаhа memаhаmi posisi merekа (Briаn Trаcy)
  99. Orаng bijаk аdаlаh diа yаng hаri ini mengerjаkаn аpа yаng orаng bodoh аkаn kerjаkаn tigа hаri kemudiаn (Abdullаh Ibnu Mubаrаk)
  100. Kesempаtаn Andа untuk sukses di setiаp kondisi selаlu dаpаt diukur oleh seberаpа besаr kepercаyааn Andа pаdа diri sendiri (Robert Collier)
  101. Sаyа tаk pernаh menjumpаi seseorаng yаng menderitа kаrenа terlаlu bаnyаk bekerjа. Lebih bаnyаk orаng menderitа kаrenа terlаlu bаnyаk аmbisi tetаpi tаk cukup berusаhа (Dr. Jаmes Mаntаgue)
  102. Nilаi mаnusiа, bukаn bаgаimаn iа mаti, melаinkаn bаgаimаnа iа hidup. Bukаn аpа yаng telаh iа perolаh, melаinkаn аpа yаng telаh iа berikаn. Bukаn аpа pаngkаtnyа, melаinkаn аpа yаng telаh diperbuаt dengаn tugаs yаng diberikаn Tuhа kepаdаnyа (Ministry)
  103. Perhаtikаn perbedааn аntаrа аpа yаng terjаdi bilа seseorаng berkаtа, “Sаyа telаh gаgаl tigа kаli”, dаn аpа yаng terjаdi bilа iа berkаtа, “Sаyа orаng yаng gаgаl”. (S. I. Hаyаkаwа)
  104. Sааt berbicаrа mode, berenаnglаh mengikuti аrus. Sааt berbicаrа prinsip, tegаrlаh seperti bаtu kаrаng (Thomаs Jefferson)
  105. Adа duа cаrа untuk menjаlаni hidup ini dengаn mudаh, percаyа pаdа segаlа sesuаtu аtаu merаgukаn segаlа sesuаtu. Keduа cаrа tersebut membebаskаn kitа dаri berfikir (Theodore Rubin)
  106. Hidup dengаn melаkukаn kesаlаhаn аkаn tаmpаk lebih terhormаt dаripаdа selаlu benаr kаrenа tidаk melаkukаn аpа-аpа (George Bernаrd Shаw)
  107. Kegаgаlаn аdаlаh sаtu-sаtunyа kesempаtаn untuk memulаi lаgi dengаn lebih cerdik (Henry Ford)
  108. Apаpun fаktа yаng аdа di depаn kitа tidаk lebih penting dаri sikаp kitа dаlаm menghаdаpinyа, kаrenа itulаh yаng menentukаn keberhаsilаn аtаu kegаgаlаn kitа (Normаn Vincent Peаle)
  109. Kata Motivasi Hidup Semangat
  110. Andа аdаlаh produk dаri lingkungаn Andа. Mаkа, pilihlаh lingkungаn terbаik bаgi pengembаngаn Andа menuju tujuаn-tujuаn Andа. Anаlisаlаh hidup Andа melаlui lingkаrаn Andа. Apаkаh hаl-hаl di sekitаr Andа membаtu Andа menuju sukses аtаu mаlаh menаhаn Andа? (W. Clement Stone)
  111. Kitа hаrus sаling memааfkаn dаn kemudiаn melupаkаn аpа yаng telаh kitа mааfkаn (Andrew Jаckson)
  112. Kebenciаn аtаu dendаm tidаk menyаkiti orаng yаng tidаk Andа sukаi. Tetаpi setiаp hаri dаn setiаp mаlаm dаlаm kehidupаn Andа, perаsааn itu menggerogoti Andа (Normаn Vincent Peаle)
  113. Jаngаn pernаh berpisаh tаnpа ungkаpаn kаsih sаyаng untuk dikenаng. Mungkin sаjа perpisаhаn itu ternyаtа untuk selаmаnyа (Jeаn Pаul Reаtcher)
  114. Mаut bukаnlаh kehilаngаn terbesаr dаlаm hidup. Kehilаngаn terbesаr аdаlаh аpа yаng mаti dаlаm sаnubаri sementаrа kitа mаsih hidup (Normаn Cousins)
  115. Adа yаng mengukur hidup merekа dаri hаri dаn tаhun. Yаng lаin dengаn denyut jаntung, gаirаh dаn аir mаtа. Tetаpi ukurаn sejаti di bаwаh mentаri аdаlаh аpа yаng telаh engkаu lаkukаn dаlаm hidup ini untuk orаng lаin (Confusius)
  116. Kitа аdаlаh аpа yаng kitа kerjаkаn berulаng kаli. Dengаn demikiаn, kecemerlаngаn bukаn tindаkаn, tetаpi kebiаsааn (Aristoteles)
  117. Seorаng pemimpin аdаlаh orаng yаng melihаt lebih bаnyаk dаri pаdа yаng dilihаt orаng lаin, melihаt lebih jаuh dаri pаdа yаng dilihаt orаng lаin, dаn melihаt sebelum orаng lаin melihаt (Leroy Eims)
  118. Jаngаn biаrkаn orаng lаin mempengаruhi ide dаn keputusаn Andа. Dаlаm limа tаhun ke depаn, Andа lаh – bukаn merekа – yаng hаrus hidup dengаn pilihаn yаng Andа buаt (Sаrаh Brklаcich)
  119. Bukаlаh mаtа sewаktu berjаlаn, kаrenа bisа sаjа Andа аkаn bertemu kesempаtаn. Adаpun kesempаtаn itu sendiri butа. Pegаnglаh erаt-erаt, kаrenа kesempаtаn dаtаng dаn pergi tаnpа memberitаhu (Anonim)
  120. Sifаt cintа sаmа seperti sifаt аir dаn tаnаh. Apаbilа Andа tidаk cukup menggаli, yаng Andа peroleh аdаlаh аir yаng keruh. Apаbilа Andа cukup menggаli, yаng Andа peroleh аdаlаh аir yаng bersih dаn jernih (Hаzrаt Inаyаt Khаn)
  121. Tаk аdа rаhаsiа untuk menggаpаi sukses. Sukses itu dаpаt terjаdi kаrenа persiаpаn, kerjа kerаs dаn mаu belаjаr dаri kegаgаlаn (Gen Collin Powel)
  122. Kitа dаtаng ke duniа ini sendiri, dаn sendiri pulа kitа meninggаlkаnnyа. Di аntаrа pintu mаsuk dаn pintu keluаr, kitа menghаbiskаn wаktu lаin untuk mencаri persаhаbаtаn (E. M. Dooling)
  123. Merekа yаng tidаk bisа memааfkаn orаng lаin menghаncurkаn jembаtаn yаng аkаn dilewаtinyа (Confusius)
  124. Tuhаn mengаnugerаhi Andа wаjаh, tаpi kitа hаrus memberikаnnyа ekspresi (Anonim)
  125. Mаnusiа tidаk dirаncаng untuk gаgаl, tаpi mаnusiа-lаh yаng gаgаl untuk merаncаng (Williаm J. Siegel)
  126. Hаti Andа belum hidup kаlаu belum pernаh mengаlаmi rаsа sаkit. Rаsа sаkit kаrenа cintа аkаn membukа hаti, bаhkаn bilа hаti itu sekerаs bаtu (Hаzrаt Inаyаt Khаn)
Kata motivasi hidup yang beragam bisa mewarnai kehidupan anda dan mempengaruhi semua sifat yang buruk menjadi baik dan menjadikan pribadi lebih seangat menghadapi hidup. Karena tidak ada hidup yang abadi di dunia ini, maka manfaatkanlah kehidupan anda dengan kata motivasi hidup ini.

Senin, 01 April 2013

Minat Belajar

Minat Belajar
Minat belajar adalah rasa suka atau ketertarikan peserta didik terhadap pelajaran sehingga mendorong peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan pengalaman, hal tersebut dapat ditunjukkan melalui partisipasi dan keaktifan dalam mencari pengetahuan dan pengalaman tersebut (Prasetyaningsih dalam Rubiyo, 2011). Dengan minat tersebut, belajar bukan lagi sebagai beban bagi peserta didik. Belajar menjadi hal yang menggembirakan bahkan peserta didik dapat belajar dengan perasaan senang karena mengetahui hal-hal yang baru. Dengan kata lain, memperkecil kebosanan peserta didik terhadap pelajaran. Hal ini, menunjukkan bahwa minat sangat erat hubungannya dengan belajar.
Djamarah (2008: 166) berpendapat bahwa seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dan dikatakan pula oleh Slameto (1995: 57) bahwa hal tersebut terjadi secara terus-menerus yang disertai rasa senang. Menurut Djaali (dalam Rubiyo, 2011), minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada sesuatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Pernyataan tersebut mengidentifikasikan bahwa orang yang berminat akan ada rasa tertarik. Tertarik dalam hal tersebut merupakan wujud dari rasa senang pada sesuatu.
Melihat beberapa pendapat dari para ahli di atas, dapat diketahui ciri-ciri adanya minat pada seseorang dari beberapa hal, antara lain: adanya perasaan senang, adanya perhatian, adanya aktivitas yang merupakan akibat dari rasa senang dan perhatian.
1.    Perasaan senang
Menurut Ahmadi (dalam Rubiyo, 2011), perasaan adalah peryataan jiwa yang sedikit banyak bersifat subyektif dalam merasakan senang atau tidak senang. Penilaian subjek terhadap sesuatu objek membentuk perasaan subjek yang bersangkutan. Karena itu perasaan pada umumnya bersangkutan dengan fungsi mengenai, artinya perasaan dapat timbul karena mengamati, menanggap, membayangkan, mengingat atau memikirkan sesuatu.
2.    Perhatian
Menurut Suryabrata (dalam Rubiyo, 2011), perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju kepada suatu obyek atau banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan. Menurut Baharudin (dalam Rubiyo, 2011), perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada suatu sekumpulan objek. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perhatian merupakan pemusatan yang ditujukan kepada suatu objek.

3.    Aktivitas
Menurut Ali dan Lukman (1996: 26), aktivitas adalah keaktifan atau kegiatan. Aktivitas yang dimaksud adalah keaktifan atau partisipasi langsung dalam suatu kegiatan. Pendapat ini didukung oleh Suryabrata (dalam Rubiyo, 2011), bahwa aktivitas adalah banyak sedikitnya orang menyatakan diri, menjelmakan perasaan dan pikiran-pikirannya dalam tindakan yang spontan. Sesuai dengan beberapa pendapat di atas, aktivitas merupakan perilaku yang aktif dalam melakukan tindakan yang merupakan penjelmaan dari perasaan.
Menurut Dalyono (2001: 56-57), minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya untuk mencapai/memperoleh benda atau tujuan yang diminati itu. Minat belajar yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi.
Menurut Djamarah (2008: 167), minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Anak didik yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, karena ada daya tarik baginya. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Minat merupakan alat motivasi yang utama yang dapat membangkitkan kegairahan belajar anak didik dalam kurun waktu tertentu. Melihat dari pendapat di atas, maka minat penting untuk ditingkatkan karena mempermudah proses belajar siswa dan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Menurut Muhibin Syah (dalam Rubiyo, 2011), bahwa minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi tertentu. Guru seyogyanya membangkitkan minat siswa untuk menguasai pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang kurang lebih sama dengan membangun sikap positif.
Menurut Winkel (dalam Rubiyo, 2011), perasaan senang akan menimbulkan minat pula, yang diperkuat lagi oleh sikap yang positif. Perasaan tidak senang menghambat dalam belajar, karena tidak melahirkan sikap yang positif dan tidak menunjang minat dalam belajar. Menurut Dalyono (2001:56-57), minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari. Pendapat-pendapat di atas menunjukkan bahwa minat dapat ditingkatkan dengan daya tarik dari luar, perasaan senang, dan sikap yang positif yang akan dapat meningkatkan kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang studi tertentu. Salah satu cara yang tepat untuk mewujudkan kondisi tersebut adalah dengan menggunakan metode scramble dalam proses pembelajaran.

Jumat, 01 Juni 2012

Cara Meramal Garis Tangan Internet

Cara Tips Trik Tutorial Panduan Langkah Menerawang Meramal Garis Telapak Tangan Gambaran Masa Depan Sifat Kepribadian Melihat Terbaru Update NasibKabarnya ramalan garis tangan ada benarnya juga, bukan suatu gambaran syirik. Namun itu memang sudah digariskan oleh Sang Ilahi, bahwa semua sifat kita, tergambar jelas di telapak tangan. Bagaimana kita bisa meramal garis telapak tangan untuk sifat dan kepribadian kita? Ini bukan untuk ramalan nasib karena itu termasuk syirik.

Saya menemukan cara meramal garis tangan melalui sumber yang terpercaya. Memberikan informasi kepada anda agar tahu apakah sifat anda yang telah digambarkan pada garis telapak tangan.
Dengan begitu, kita bisa melihat diri kita tanpa bantuan orang lain. Perhatikan poin-poin yang tertulis pada tulisan di bawah ini dan cermati juga garis tangan anda bukan untuk meramal nasib kehidupan masa depan.
Cara Tips Trik Tutorial Panduan Langkah Menerawang Meramal Garis Telapak Tangan Gambaran Masa Depan Sifat Kepribadian Melihat Terbaru Update Nasib
  1. Garis Korset (Venus)
    • Tidak ada garis : Kepribadian yang terkendalai baik, tenang
    • Bertanda jelas :anda merupakan orang yang emosional berlebihan, membutuhkan sesuatu yang merangsang dan variasi
    • Terlalu pendek : Berarti anda orang yang sangat menyadari perasaan orang lain
    • Kabur atau putus-putus : sifat anda terlalu sensitif
    • Memotong garis nasib dan garis matahari Jenaka : anda adalah berbakat
    • Berakhir pada bukit Merkuri : Berarti anda orang yang Mempunyai cadangan tenaga yang besar, tetapi mempunyai kecendrungan menjadi ekstrem
    • Menelusuri sisi tangan : bukan berbentuk setengah linkaran Bimbang, gentar.
  2. Garis Via Lasciva (Bima Sakti)
    • Lurus Gelisah bosan
    • Lurus dan panjang : mencapai bukit Merkuri Pembicara yang Fasih perihal moralitas yang meragukan
    • Melengkung : anda merupakan Orang yang memusuhi dirinya sendiri
    • Melengkung dan berawal di dalam bukit Venus : Menanggapi segala hal berlebihan. Orang yang mudah kecnduan – candu, alkohol dsb.
    • Garis cabang mencapai garis matahari : Berbakat menjadi orang yang kaya jika garis-garis tesebut tidak benar-benar bersentuhan. Kerugian keuangan sebagai akibat suatu hubungan (misal penyelesaian perceraian yang mahal) jika garis itu bersilang.
  3. Garis Rascettes (Gelang)
    • Paralel dan jelas : Kehidupan yang sehat, sejahtera, panjang dan damai.
    • Bagian atas seperti rantai : ini bertanda anda mempunyai Kehidupan yang berbahagia setelah mengalami kesulitan
    • Bagian atas melengkung ke dalam telapak tangan : jika ini terjadi pada tangan wanita Mungkin mengalami kesulitan ketika melahirkan.
    • Garis dari bagian atas ke arah bukit Jupiter : Anda akan mengalami Perjalanan yang panjang dan menguntungkan.
    • Garis dari bagian atas ke arah bukit matahari : Anda akan menghadapi Perjalanan ke negara beriklim panas
    • Garis dari bagian atas ke arah bukit Merkuri : Maka anda akan mempunyai Kekayaan mendadak.
    • Garis dari bagian atas ke arah bukit bulan : Setiap garis mewakili sebuah perjalanan
  4. Hepatica (Garis Kesehatan)
    • Tidak ada garis : maka Keadaan fisik anda yang kuat dan sehat
    • Terukir : dalam Daya tahan tubuh rendah
    • Bergelombang : anda biasanya mengalami masalah pencernaan
    • Kabur : Stamina kurang
    • Menyentuh garis kehidupan Memerlukan : perawatan kesehatan ekstra pada saat itu.
  5. Garis Mars (Garis Kehidupan Dakhil)
    Jika ada dapat bertahan pada saat terserang penyakit atau bahaya.
  6. Garis Perkawinan
    • Terlihat jelas : Perkawinan atau hubungan akrab. Jumlah garis dianggap mengindikasikan jumlah hubungan.
    • Tidak tampak jelas : Tidak garis mengindikasikan ikatan romantis yang tidak terlalu penting
    • Panjang dan lurus : Hubungan yang lama dan bahagia
    • Terputus : anda mungkin akan mengalami Perceraian atau perpisahan
    • Garis terputus saling tindih : Berkumpul kembali setelah berpisah, mungkin menikah kembali dengan orang yang sama.
    • Garis Ganda : Hubungan dengan dua orang pada saat bersamaan, kedalaman relatif dari hubungan ini diindikasikan dengan kuatnya garis.
    • Melengkung ke bawah : jika anda adalah wanita maka anda akan Berusia lebih panjang dari suami (istri)
    • Melengkung kuat ke atas ke arah dasar jari kelingking : mungkin anda Tidak menikah tetapi tidak selibat.
    • Melengkung ke atas ke arah garis matahari : Perkawinan dengan orang terkenal atau kaya jika garis-garis tersebut tidak benar-benar bersentuhan. Jika berpotongan, perkawinan tersebut tidak bahagia.
    • Berawal dengan bentuk garpu : Penundaan atau frustasi pada awal hubungan.
    • Berakhir dengan bentuk garpu : Perceraian atau perpisahan
    • Terpotong garis yang berasal dari dasar jari Merkuri : Kebaikan dari suatu hubungan.
    • Terpotong korset : Venus Perkawinan yang tidak bahagia, pasangan hidup yang rewel
  7. Garis anak
    • Jika ada Garis-garis tersebut bersumber dari dasar jari Merkuri ke arah garis perkawinan. Jumlah garis dianggap mengindikasikan jumlah anak; garis yang lebih kuat menunjukka anak laki-laki sedangkan yang lebih lemah anak wanita.
Itulah semua ramalan garis telapak tangan mengenai sifat dan beberapa kehidupan anda. Bukan suatu ramalan untuk dijadikan pacuan hidup dan dipercaya karena termasuk syirik. Garis tangan bisa berubah seiring bertambahnya usia dan kejadian yang menimpa merupakan sebuah ramalan. Nah, bagaimanakah dengan garis tangan anda? :)

Kamis, 01 Maret 2012

Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI

Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI

Pembelajaran kooperatif tipe TAI dikembangkan oleh Slavin (http://p4tkmatematika.org/downloads/ppp/PPP_Pembelajaran_Kooperatif.pdf). Tipe ini mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Tipe ini dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual. Hasil belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok, dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama.

TAI termasuk dalam pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran TAI, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen dan selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi siswa yang memerlukannya. Melalui pembelajaran kelompok, diharapkan para siswa dapat meningkatkan pikiran kritisnya, kreatif, dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.

Sebelum dibentuk kelompok, siswa diajarkan bagaimana bekerja sama dalam suatu kelompok. Siswa diajari menjadi pendengar yang baik, dapat memberikan penjelasan kepada teman sekelompok, berdiskusi, mendorong teman lain untuk bekerja sama, menghargai pendapat teman lain.

Salah satu ciri pembelajaran kooperatif adalah kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok memiliki tugas setara. Oleh karena itu, pada pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya, sedangkan siswa yang kurang pandai akan terbantu dalam memahami permasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut.

Model pembelajaran TAI memiliki 8 (delapan) komponen yaitu sebagai berikut (Slavin, 1995: 101–104).

  1. Teams yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 sampai 5 siswa.
  2. Placement Test yakni pemberian pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu.
  3. Curriculum Materials yaitu siswa bekerja secara individu tentang materi kurikulum penutup penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pecahan, perbandingan, persen, statistika, dan aljabar.
  4. Team Study yaitu tahapan tindakan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya.
  5. Team Scores and Team Recognition yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan pemberian kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil dalam menyelesaikan tugas.
  6. Teaching Group yakni pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok.
  7. Fact Test yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa.
  8. Whole-Class Units yaitu pemberian materi oleh guru kembali di akhir waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah.

Langkah – langkah pembelajaran kooperatif tipe TAI sebagai berikut. (http://p4tkmatematika.org/downloads/ppp/PPP_Pembelajaran_Kooperatif.pdf )

  1. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi pembelajaran secara individual yang sudah dipersiapkan oleh guru.
  2. Guru memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar atau skor awal.
  3. Guru membentuk beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4–5 siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda baik tingkat kemampuan (tinggi, sedang dan rendah) Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta kesetaraan jender.
  4. Hasil belajar siswa secara individual didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi kelompok, setiap anggota kelompok saling memeriksa jawaban teman satu kelompok.
  5. Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah dipelajari.
  6. Guru memberikan kuis kepada siswa secara individual
  7. Guru memberi penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya (terkini).

Menurut Slavin pemberian penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar dari nilai dasar (awal) ke nilai kuis/tes setelah siswa bekerja dalam kelompok. (http:// p4tkmatematika. org/ downloads/ ppp /PPP_ Pembelajaran _ Kooperatif. pdf) cara-cara penentuan nilai penghargaan kepada kelompok dijelaskan sebagai berikut.

Langkah-langkah penghargaan kelompok:

  • Menentukan nilai dasar (awal) masing-masing siswa. Nilai dasar (awal) dapat berupa nilai tes/kuis awal atau menggunakan nilai ulangan sebelumnya.
  • Menentukan nilai tes/kuis yang telah dilaksanakan setelah siswa bekerja dalam kelompok, misal nilai kuis I, nilai kuis II, atau rata-rata nilai kuis I dan nilai kuis II kepada setiap siswa yang kita sebut nilai kuis terkini.
  • Menentukan nilai peningkatan hasil belajar yang besarnya ditentukan berdasarkan selisih nilai kuis terkini dan nilai dasar (awal) masing-masing siswa dengan menggunakan kriteria berikut ini.

Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan rata-rata nilai peningkatan yang diperoleh masing-masing kelompok dengan memberikan predikat cukup, baik, sangat baik dan sempurna.

Kriteria untuk status kelompok.

  1. Cukup, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok kurang dari 15 (rata-rata nilai peningkatan kelompok , 15).
  2. Baik, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 15 dan 20 (15 rata-rata nilai peningkatan kelompok < 20).
  3. Sangat baik, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok antara 20 dan 25 (20 ≤ rata-rata peningkatan kelompok < 25)
  4. Sempurna, bila rata-rata nilai peningkatan kelompok lebih atau sama dengan 25 (rata-rata nilai peningkatan kelompok ≥ 25).